Minim Sponsor, Panitia...

Minim Sponsor, Panitia Liga Desa Pati Tiadakan Hadiah Uang

Ukuran Teks:

PATI, PORTALLJATENG.id | Pelaksanaan Kompetisi Liga Desa se-Kabupaten Pati yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) menuai sorotan terkait kepastian hadiah bagi para pemenang. Panitia pelaksana menyatakan, pihaknya hanya mampu memberikan piala tanpa uang pembinaan.

‎​Kepala Dispermades Pati, Tri Haryama, melalui Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Liga Desa, Sutomo, menjelaskan bahwa sejak awal pihaknya telah menyampaikan kondisi keuangan kepada peserta. Meski dalam proposal awal direncanakan total hadiah sebesar Rp10 juta, namun realisasi anggaran dari pihak ketiga (sponsor) tidak sesuai harapan.

‎​”Kami murni mencari anggaran dari luar. Memang di proposal sponsor tertuang total hadiah Rp10 juta, tapi saat Technical Meeting (TM) pertama sudah saya tegaskan bahwa saya tidak menjanjikan angka itu karena anggaran masih dalam tahap pencarian,” ujar Sutomo, Minggu (4/1/2026).

‎​Sutomo menambahkan, dari 11 proposal yang diajukan, panitia hanya berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp15 juta dari 4 sponsor termasuk dari perbankan daerah. Selain keterbatasan dana tunai, salah satu sponsor juga memberikan dukungan dalam bentuk produk makanan ringan.

‎​”Semuanya sudah saya sampaikan pada TM kedua tanggal 13 November 2025. Panitia saat ini hanya menyediakan piala, mereka yang mengikuti TM dari awal sampai akhir  tidak komplain karena mereka sudah tahu. Sedangkan hadiah makanan ringan kita dapatkan dari salah satu sponsor dengan kontribusi produk saja, saya yang ambil produknya,” tambahnya.

‎​Di sisi lain, pihak official tim mulai menyuarakan kekecewaan di akhir pertandingan, Mono, Official dari Persewo Desa Wonorejo, menyayangkan ketidakpastian panitia terkait dana pembinaan. Menurutnya, panitia sempat merinci skema hadiah dengan nominal:
‎​Juara 1: Rp5.000.000
‎​Juara 2: Rp3.000.000
‎​Juara Bersama (3 & 4): Masing-masing Rp1.000.000.

‎​”Logikanya, masa berani menyelenggarakan kegiatan besar kalau anggarannya belum siap? Kami menyayangkan ketidakjelasan ini di kemudian hari,” tegas Mono, saat dihubungi melalui pesan singkat, (4/1/2026).

‎​Terkait klaim panitia mengenai kesepakatan di TM, Mono memberikan klarifikasi bahwa pertemuan tatap muka hanya dilakukan sekali saat pengundian (drawing). Setelah terjadi insiden kericuhan antara tim Desa Trangkil dan Margoyoso, pertemuan dialihkan secara daring melalui Zoom.

‎​Mono menyebutkan bahwa pertemuan fisik kembali digelar hanya untuk memanggil empat tim semifinalis (Desa Pohwates, Wonorejo, Kedalon, dan Jambearum) guna membahas kondusivitas pertandingan. Namun, dalam pertemuan terbatas tersebut, ia mengaku tidak ada pembahasan atau kesepakatan ulang mengenai penghapusan hadiah uang menjadi hanya sekadar piala. (Red).

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Bagikan:
Artikel berhasil disimpan