BOYOLALI, PORTALLJATENG.ID - Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jawa Tengah, Abdul Hamid, memberikan apresiasi tinggi kepada FPTI Boyolali atas keberhasilannya menyelenggarakan Sirkuit Panjat Tebing (SPT) Solo Raya 2025.
Event yang digelar sejak Jumat (24/10/2025) hingga Minggu (26/10/2025) itu resmi ditutup dengan penuh kebanggaan dan semangat pembinaan prestasi di tingkat karisidenan.
Dalam Upacara Penghargaan Pemenang (UPP) yang menandai penutupan ajang tersebut, para peraih medali dari dua disiplin, Lead dan Speed menerima penghargaan atas keberhasilan mereka dalam 15 nomor pertandingan yang diperlombakan. Momen tersebut semakin istimewa berkat kehadiran langsung Abdul Hamid, yang akrab disapa Amek, bersama Ketua Umum FPTI Boyolali, Ribut Budi Santoso.
“Kami beri apresiasi luar biasa untuk FPTI Boyolali yang telah menyelenggarakan Sirkuit Panjat Tebing Solo Raya dengan penuh antusiasme, baik dari peserta maupun panitia. Harapan kami, tahun depan dan tahun-tahun berikutnya agenda pembinaan prestasi seperti ini dapat terus dilaksanakan di Boyolali,” ujar Amek dalam sambutannya.
Selain memberikan apresiasi, Amek juga menyampaikan pesan motivasi kepada para atlet muda untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. Ia menegaskan bahwa panjat tebing memiliki banyak jenjang pembinaan yang bisa diikuti, mulai dari tingkat daerah hingga nasional.
“Untuk seluruh atlet pemula dan pelajar, jangan pernah putus semangat dalam berlatih. Banyak jenjang prestasi yang bisa diraih dari panjat tebing, seperti seleksi masuk PPLP di Semarang. Sebagai motivasi, salah satu alumni Pelatda Jawa Tengah, Berdigna Benarditha, baru saja menorehkan prestasi membanggakan sebagai juara dunia dalam kompetisi di Tiongkok,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Umum FPTI Boyolali, Ribut Budi Santoso, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran serta dukungan Ketua Umum FPTI Jawa Tengah dalam penyelenggaraan event ini. Ia menegaskan bahwa kompetisi semacam SPT Solo Raya merupakan agenda rutin yang diadakan FPTI Boyolali sebagai ajang pembinaan dan regenerasi atlet panjat tebing di wilayah Solo Raya.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Ketua Umum FPTI Jawa Tengah yang telah berkenan hadir di Boyolali. Ini menjadi kebanggaan bagi kami, pengurus FPTI se-Solo Raya. Kegiatan seperti ini rutin kami selenggarakan di setiap periodenya, dan kami berharap Pengprov FPTI Jateng dapat terus mendampingi serta mendukung event pembinaan di tingkat karisidenan,” ujar Ribut.
Dengan penuh semangat dan sinergi antar pengurus, pelatih, serta atlet, penutupan Sirkuit Panjat Tebing Solo Raya 2025 di Boyolali menjadi simbol keberhasilan pembinaan prestasi olahraga panjat tebing di Jawa Tengah, sekaligus mempertegas komitmen FPTI dalam mencetak atlet-atlet unggulan berkelas nasional dan internasional.(Hds)
INVESTASI LEGAL




